6 Sep 2014

Mengarungi Pantai Watukarung di Pacitan

23.04 Posted by Yuliaslovic , , No comments

Pantai watukarung terletak di desa watukarung, Pacitan, jawa timur. ide ini cuma berawal dari nongkrong-nongkrong sambil nyusu dipinggir jalan, tiba-tiba muncul keinginan untuk mantai lagi setelah sekian lama tak melihat air laut. akhirnya disepakati juga esok hari tujuan ke Pantai watukarung di pacitan jawa timur, tak ada persiapan apapun dan hanya spontan seperti itu saja langsung kita berangkat. Jarak dari jogja ke pacitan sekitar 103 km hasil pengukuran dari google map.

Pagi-pagi pukul 6 tet dengan cuaca yang cerah kami berangkat menggunakan motor matic, ngebut dijalanan yang masih lengang sambil angop-angop (menguap) maklum, jarang pagi-pagi gini langsung pergi klayapan.

Awalnya perjalanan cukup bisa dinikmati namun lama-lama membosankan karena pemandangan dikanan-kiri cuma ada pohon jati dan batu-batu kapur khas pegunungan sewu dan sesekali foto-foto caleg penghuni tiang listrik yang sedang mesem.

Sebelumnya saya sudah pernah ke Pantai Klayar 1.5 tahun yang lalu, maka tak perlu tanya-tanya lagi orang dipinggir jalan langsung aja bablas, toh rutenya juga hampir sama. namun semakin bablas makin pelosok, makin penuh jalan persimpangan, makin banyak hutan, jalanan makin berlobang dan tak manusiawi, akhirnya saya menyerah juga dengan keadaan ini demi keselamatan dunia dan akhirat.

Setelah tanya-tanya penduduk lokal disebuah warung bensin, rupanya saya sudah kebablasan beberapa kilometer kearah timur…. #jigortenan!
atas saran orang tersebut saya disuruh putar balik, apabila lurus terus maka akan sampi ke pantai Srau yang tentunya akan lebih jauh lagi.



Pantai watukarung adalah pantai yang berbentuk cekungan oleh karena itu cocok untuk berselancar dengan ombaknya yang juga besar. Banyak juga turis asing yang datang kemari hanya untuk berselancar.

Karena saya hanya punya waktu sebentar maka kami segera bergegas ke bagian lain dari pantai ini, seperti menyusuri sawah disebelah barat hingga menyusuri sungai yang ada di sebelah timur pantai watukarung yang banyak perahu nelayan bersandar .

Berikut video penelusuran di pantai watukarung yang saya ambil dengan lensa Samyang 8mm Fisheye










30 Agt 2014

Pantai Lolang di Gunungkidul Yang Sempit

00.03 Posted by Yuliaslovic , ,

Pantai lolang ini memang sangat kecil sekali mungkin bisa jadi pantai terkecil didunia (versi saya :p ) lha gimana enggak , sama lapangan futsal saja bisa jadi lebih gede lapangan futsalnya. selain kecil pantai ini juga tidak setenar pantai indrayanti atau pantai-pantai lain di gunungkidul karena yaaa kecil itu tadi dan lokasinya yang tersembunyi.

Pantai ini masih terletak di pesisir selatan gunungkidul, berada di sebelah barat pantai sepanjang. Ikuti terus jalannya sampai mentok tak ada jalan lagi, terpencil diantara tebing-tebing dan karang.

Awalnya saya nggak ada niat untuk pergi ke laut karena matahari sedang terik-teriknya mungkin karena sudah masuk di musim kemarau. , tiba-tiba saja teman saya malah ngajak mancing, dan mintanyapun di laut. Terdamparlah kami di pantai antah berantah yang imut ini.

Biasanya teman saya klo sedang galau karena ada masalah dengan istrinya , maka pelariannya adalah mancing dan saya adalah korban pertama yang di cari untuk mengantarkan ke lokasi mancing.

Di pantai ini saya hanya ngeyup karena puanasnya minta ampun, sesekali mainan air dan ngeyup lagi. Tak ada siapa-siapa disini , jauh dari tempat tinggal penduduk. Dari pantai lolang ini kita bisa jalan-jalan sejenak naik ke atas bukit melihat pemandangan pantai yang ada di sebelah baratnya seperti pantai kukup dan baron.







21 Agt 2014

Iseng Pakai Lensa Manual Optomax 135mm f/2.8

22.25 Posted by Yuliaslovic

Lensa manual bagi sebagian orang memang ada kepuasanya tersendiri, namun ada juga yang kurang berminat karena sekarang jamannya sudah otomatis ngapain pake yang manual. Meskipun sudah banyak ditinggalkan namun, lensa manual masih banyak dicari juga.

Ada banyak merk lensa manual di pasaran ,salahsatunya yang saya punya yaitu Optomax 135mm f/2.8. awalnya saya hanya penasaran saja gimana sih rasanya menggunakan lensa manual? alasan lainya yaitu hanya karena suka dengan bentuknya yang klasik.

Ada beberapa keuntungan menggunakan lensa manual , diantaranya:
  1. Harganya yang murah
  2. Kebanyakan berdiafragma besar dan fix
  3. Bentuk klasik dan body yang kokoh
  4. Bisa dipasangkan dengan body kamera lain, tidak harus satu merk saja 
Akhirnya saya coba googling sendiri dan alhasil malah mumet!, karena ada banyak banget merk lensa manual dengan berbagai ukuran. Apalagi dengan nama-nama merk yang masih asing terdengar di telinga.

Karena saya orangnya tak sabaran, yah saya pilih lensa ini saja dengan panjang focal 135mm berhubung saya juga tidak punya lensa tele. lensa ini saya dapatkan dari situs jualbeli online dan sepertinya ini lensa yang kurang terkenal karena susah sekali mencari review tentang jenis ini.

Situs yang sering saya kunjungi untuk sekedar mengecek atau melihat harga-harga lensa manual adalah www.bukalapak.com karena di situ sistem pengkategoriannya yang mudah bagi pengguna menurut saya. begitu kita pilih Lensa maka langsung muncullah merk / Brand lensa yang tampil seperti Canon, Nikon, Minolta, Pentax, dll.
selain itu juga muncul pilihan typenya seperti Standard, tele, Fisheye, Macro dan Wide.

Pertama kali saya coba lensa manual memang agak susah juga mencari titik fokusnya apalagi dengan panjang focal 135mm, lebih susah lagi dengan objek-objek yang bergerak, sampai-sampai mata ini lengket nempel di viewfinder terlalu lamaa  

Satu hal yang menarik dari lensa manual ini atau lensa manual pada umumnya adalah bokehnya yang swirly. Barangkali ada juga dari pembaca yang suka menggunakan lensa manual?

Mungkin saya bisa pinjam :)

Berikut beberapa bidikan dengan lensa manual Optomax 135mm f/2.8



Happie  (f/2.8)

Corolla DX  (f/4)

batere  (f/4)
( f/2.8 )



14 Jul 2014

Lensa Laris, Lensa Samyang 8mm f/3.5 Fisheye

21.02 Posted by Yuliaslovic , ,
Lensa Samyang 8mm F/3.5
Baru kali ini saya posting tentang lensa karena saya tergelitik untuk mengupas cerita dibalik lensa ini. Yang dimaksud mengupas disini bukan untuk mereview lensa lho ya.. karena sudah banyak website yang lebih jago mereview tentang lensa maupun kamera, lagipula saya juga tidak pintar mereview lensa takutnya malah nanti menyesatkan anda :)

Kata laris artinya cepat laku atau barang yang banyak dicari, namun yang dimaksud laris disini adalah laris cepat di pinjam , yah benar cepat dipinjam, karena sejak pertama saya meminang lensa samyang fisheye 8mm f3.5 ini banyak teman-teman saya yang antri jauh-jauh hari untuk memakainya dan itu masih berlangsung sampai sekarang! Sampai-sampai gak pernah nginep di drybox saya sendiri, nginepnya di drybox orang lain.

Memang lensa ini bisa digunakan di banyak situasi dan kondisi mulai dari untuk motret landscape, fashion/model, traveling, narsis , prewedding ,wedding dan bahkan ada yang pernah pinjam untuk keperluan acara lamaran, terus aku mikir itu motretnya dari sisi mana gitu lho.. #masihheran

Saya sendiripun juga begitu,sejak mempunyai lensa ini hampir kemana-mana selalu dibawa, tidak ingin melewatkan setiap momen yang ada di depan mata, dan menjadikan momen itu lebih lucu / tidak biasa karena cirikhas lensa fisheye yang bisa melengkung .

Sudah lama saya tertarik dengan lensa samyang 8mm ini karena harga lensa samyang yang cukup terjangkau, saat itu saya beli dengan harga 3.3 juta. saya tertarik dengan lensa fisheye karena sudah bosan dengan foto-foto yang biasa, akhirnya pilihan jatuh pada merk buatan korea ini dan hasil jepretanya pun juga tak kalah dengan merk nikon / canon. Pernah juga saya pergunakan untuk membuat video hanya saja hasilnya agak pecah-pecah, entah saya yang masih bego cara makainya atau emang dari sananya. Silahkan cari reviewer yang lebih paham nanti kalo ketemu saya dikasih tau :D ( cek videonya disini )

Jadi tujuan saya sebenarnya disini adalah untuk pamer foto :p agar bagi para pembaca yang masih ragu-ragu untuk beli menjadi lebih mantab, atau yang belum punya duit bisa segera kredit .. ehh..

Panas terik di Candi Ratu Boko

Rere
Mie ayam di Perayaan Sekaten
Pantai Bekah - Gunung Kidul


Sabar menunggu pelanggan
Menuju Kupang
Corolla Dx
Tugu Jogja

9 Jul 2014

Jelajah kota Kupang dan Pulau Kera di NTT

22.50 Posted by Yuliaslovic , , , , , ,
Teddy's Beach ,Tempat nongkrong santai menikmati sunset

Tak terasa sudah hampir setahun yang lalu saya mengijakkan kaki di kota kupang NTT, Lebih tepatnya untuk urusan kerja ngikut si bos mengadakan kegiatan. tiba-tiba saja rindu dengan lautnya yang tenang, sunsetnya yang ceeetar, dan tentunya sajian ikan lautnya yang segar dan mak Nyuss.

Dilihat dari udara kupang memang terlihat gersang sawahpun tak ada bahkan aku tak melihat sekalipun sungai besar yang melintang di kota ini, namun soal pantai, kupang atau pulau-pulau di NTT lainya jelas nomor satu.

Kebetulan hotel tempat saya menginap dekat dengan pantai dan tak hanya dekat saja mungkin lebih tepatnya mepet pantai, jadi setiap saat bisa menikmati indahnya laut yang berwarna biru tosca ini dengan langit yang selalu cerah membuat jiwa petualanganku terusik.

Nama hotel tempat saya menginap yaitu On The Rock , barangkali bisa menjadi pilihan bagi anda yang sedang singgah di kota kupang , meskipun kini juga mulai banyak hotel-hotel yang dibangun di sekitar pantai.

Tiap sore sehabis kegiatan hal yang tak pernah terlewatkan adalah nongkrong di kolam renang sambil menyaksikan bule berjemur sunset yang benar-benar cetaar membahenol.

Hotel On The Rock di kala senja
Teddy's Beach Kupang
Tak jauh dari kota kupang ada sebuah pulau kecil yang juga masih bisa terlihat dari hotel tempat saya menginap, namanya pulau kera , bukan berarti disana banyak keranya lho ya.. lawong pohon pisang aja ndak ada. jaraknya hanya satu jam perjalanan menggunakan perahu motor dan luasnya kurang lebih hanya satu RT (rukun tetangga) cukup kecil bukan?

Kami berangkat pukul 4.00 pagi dan langsung menuju ke sebuah tempat antah berantah yang disana sudah menunggu perahu yang akan mengantarkan kami ke pulau kera. Keadaanya masih gelap gulita dan harus berjalan extra hati-hati karena melewati bebatuan besar nan licin bahkan sempat ada tragedi terpeleset dan nyebur ke laut.. duh.. rasa-rasanya kok malah mirip imigran gelap yang mau cari suaka ke australi ya.

Begitu menginjakkan kaki di pulau kera matahari sudah mulai muncul dengan sinar keemasannya yang memantul ke tepi pantai membuat suasana semakin syahdu apalagi dengan pulau yang sepi, pasirnya selembut tepung gandum , serasa pulau pribadi karena tak ada siapa-siapa, yang terlihat hanyalah perahu-perahu yang teronggok diatas karang karena sedang surut.

Sesekali terlihat anak-anak kecil bermain di antara perahu-perahu yang sudah rusak. Kamipun mencoba menelusuri lebih dalam pulau ini ,disana terlihat beberapa rumah penduduk yang beratapkan seng dan tempat ibadah seperti masjid. Disekitar sini tak ada pohon-pohon besar yang ada hanyalah semak belukar dan rerumputan sedangkan air tawar juga tidak ada, mereka harus mencari di pulau seberang yaitu di kupang.

Kami tak bisa lama-lama terlena disini karena harus segera kembali ke kupang dan melanjutkan perjalanan ke bandara. Sepertinya masih berat untuk meninggalkan kota ini, namun petualanganku masih akan berlanjut suatu saat nanti #halah…

Itu aku :p

Sinar di pagi hari & bintang laut 
Anak-anak di pulau Kera (calon pemain barcelona :)
Entah ini gudang / sekolah yang jelas depannya lapangan Voli
Perahu yang teronggok di kala air laut surut




30 Jun 2014

Puncak Gunung Prau di Dieng dan Kisah Gagal Motret Sunrise

22.35 Posted by Yuliaslovic , , , ,
Gunung Prau dieng

Biasanya orang mendaki gunung itu yang dicari adalah yang pertama ,menikmati sunrise dan yang kedua mencari ketenangan. Tapi kali ini aku tidak mendapatkan kedua-duanya saat mendaki ke gunung prau dan nyeseknya tuh disini (sambil elus dada).

Gunung Prau sendiri adalah sebuah gunung yang terdapat di Dataran Tinggi Dieng yang memiliki ketinggian 2.565 Mdpl, berada diperbatasan antara kabupaten Kendal dan kabupaten wonosobo jawa tengah. Dieng memang terkenal dengan daerahnya yang berbukit dan bergunung-gunung , diantaranya gunung yang biasa untuk pendakian adalah Gunung Prau , Gunung Pakuwaja, dan Bukit Sikunir.

Untuk mendaki ke puncak gunung Prau dibutuhkan waktu sekitar tiga jam, dimulai dari basecamp patak banteng, itupun dengan beberapa kali instirahat untuk ambil nafas karena bonusnya hanya sedikit alias kita bener-bener mendaki tak ada jalan datar sedikitpun.

Kegagalan pertama dimulai ketika misi pendakian sudah finish di puncak dengan SALAH ambil lokasi camping . lokasi camping yang saya pilih berada di atas bukit dengan alasan semua area camping ground sudah penuh dengan tenda-tenda para pendaki lain, alhasil angin dari segala penjuru arah menghempas ke tenda kami, tau sendirikan dinginnya angin pegunungan itu seperti apa? Brrrrrrr……….

Kegagalan kedua, tidak terpikirkan sedikitpun untuk membawa matras dan ini kesalahan sangat fatal. Bayangkan tidur diatas tanah pegunungan itu dinginnya Masyaallah… alhasil semalam suntuk cuma bisa menggigil di dalam tenda, kaos kaki dua lapispun tidak mempan menahan gempuran udara dingin.

Hingga akhirnya ketika moment sunrise tiba semua orang menyambut dengan suka cita sedangkan diriku masih menggigil kedinginan didalam tenda, rasa dingin yang menusuk deras hingga ketulang sumsum terdalam. Semua barang yang dipegang bergetar hebat termasuk kamera+tripod.

Kegagalan ketiga, tripod+kamera yang sudah siap membidik matahari terbit miring dan terjatuh dengan moncong lensa menghantam ke tanah. Bayangkan kamera kesayangan yang selalu dijaga dan dirawat baik-baik kini akhirnya jatuh juga, bikin suasan hati menjadi semakin kalut apalagi tiba-tiba autofocus tidak mau jalan akibat tragedi tersebut.... dwuuoh..

Setelah beberapa saat kepanikan mereda dan autofokus sudah berfungsi kembali, kini saatnya mencari spot yang kiranya cocok meski matahari perlahan mulai meninggi. Begitu jeprat-jepret selesai dan ngecek hasilnya … Lohh kok ngeblur???

Setelah diamati gejalanya ternyata ujung lensa mengembun karena suhu udara yang lembab , Alamak… musibah apalagi ini kok gak habis-habis, dan tau nggak, ujung jempol tiba-tiba terasa dingin rupa-rupanya sepatu sudah mangap sedari tadi… wes jian malah tomboook!!

Sampai akhirnya matahari semakin meninggi dan kabut mulai menyergap dengan cepat menutup puncak gunung sumbing dan sekitarnya. Mungkin belum saatnya aku bersahabat dengan puncak gunung Prau, mungkin juga diri ini perlu di ruwat dulu hikss…

Berikut beberapa foto yang selamat dari puluhan yang ngeblur dan untuk sedikit hiburan lumayanlah ada beberapa potong video sebagai bukti diriku sudah pernah kesini 




Gunung Prau dieng

Gunung Prau dieng
Gunung Prau dieng

Gunung Prau dieng